Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2010

Tepat tanggal 6 Juni 2010 kemarin, Twilight Saga dengan film keduanya New Moon, menyapu habis panggung MTV Movie Award 2010. Terduga? Tentu saja! Dengan fans sebanyak itu, memang tidak aneh bagi film ini menerima tepuk tangan seheboh itu. MTV Movie Award memang penghargaan yang berbasis pooling, makanya dikenal istilah fan-based/fandom. Artinya, Golden Popcorn MTV akan jatuh ke tangan para artis favorit penonton—yang kebanyakan adalah anak muda ini (di Indonesia dikenal dengan sebutan anak nongkrong MTV)—jika mereka rajin mengikuti pooling yang ada di situs MTV. Tidak sedikit yang kemudian menghujat kemenangan Twilight, yang selama 2 tahun ke belakang rajin tampil di MTV Movie Award. Tidak ada yang salah dengan Twilight, toh setelah banyak orang yang menyumpah-nyumpah kenapa Pattinson mendapat penghargaan sebagai Global Superstar dan Best Male Performance, tetap saja akan ada antrian bioskop yang panjang untuk Twilight Saga keluaran ketiga: Eclipse. Dan tidak aneh lagi, jika untuk beberapa tahun ke depan, duet maut Stewart-Pattinson akan mengoleksi golden popcorn lagi (setidaknya sampai Twilight Saga terakhir habis diluncurkan). Banyak orang kemudian mengatakan bahwa MTV Movie Award tidaklah lagi relevan disebut ajang penghargaan film, karena nominasi-nya yang lama kelamaan ‘tambah aneh’. Mungkin karena banyaknya film-film ‘tak terduga’ yang masuk nominasi (kapan lagi National Treasure 2 dan 50 First Date bisa masuk menjadi nominasi Best Movie). Tetapi buat saya, menilik napak tilas MTV Movie Award beberapa tahun kemarin, saya tetap menganggap acara ini sebagai ajang penghargaan yang saya tunggu-tunggu setiap tahunnya.

MTV Movie Awards pertama kali mengudara di tahun 1992 (dengan Terminator 2: The Judgment Day sebagai Best Movie-nya). Sampai tahun 2006, acara penghargaan ini masih direkam ketika penayangannya. Sampai tahun 2007, produser reality show terkeren sepanjang masa—Mark Burnett mengambil alih MTV Movie Awards dan menyiarkan secara live. Setiap tahunnya, selalu ada momen yang terbawa pulang setelah menonton acara ini, siapa yang tidak ingat bagaimana Eminem ‘kejatuhan’ Borat di tahun 2009, ataupun ketika duet Seann William Scott dan Justin Timberlake membuat kita tertawa sejadi-jadinya dengan parodi The Matrix Reloaded-nya di tahun 2003. Setelah itupun, menjadi host MTV Movie Awards adalah sebuah job yang prestigius untuk para selebritis. Yaah, kita tahu kenapa Mike Myers dipilih menjadi host dua kali (1997 dan 2008), atau bagaimana manusia terlucu sepanjang sejarah—Jack Black dipasangkan dengan Sarah Michelle Gellar di tahun 2002, tapi siapa yang menyangka MTV akan mengizinkan Lindsay Lohan (yang masih waras waktu itu) membuka acara dengan tariannya dan menjadi host solo paling hot di tahun 2004.

Highlight MTV Movie Awards mungkin adalah penghargaan Best Kiss-nya yang selalu dinanti-nanti. Pada tahun pertamanya, 1992, Anna Clumshky (yang masih berusia 11 tahun) mendapat penghargaan ini dalam perannya di My Girl (masih ingat dong film ini? One of the sweetest love story of all time). Pemenang-pemenang penghargaan ini di tahun-tahun selanjutnyapun antara lain adalah Jason Biggs—Drew Barrymore—Adam Sandler (The Wedding Singer, 1998), Seann William Scott (American Pie 2, 2002), Tobey Maguire—Kirsten Dunst (Spiderman 2, 2003), dan tentu saja Jake Gyllenhaal—Heath Ledger (Brokeback Mountain, 2006). Mengutip tagline sebuah restoran Burger kesukaan saya, it is worth the wait.

Film-film pemenang MTV Movie Awards memang cenderung beda dengan festival-festival lain, beberapa kritik bahkan menyebut ajang ini sebagai campurannya Oscar dan Razzie Awards. Tetapi, mungkin film-film inilah yang membawa ‘suara’ para generasi masa kini. Saya masih ingat ketika Jon Heder berkali-kali naik ke atas panggung di ajang MTV Movie Awards tahun 2005 kemarin. Napoleon Dynamite memang sempat menjadi tren, film indie dengan budget murah dan jalur cerita aneh ini disukai karena pola filmnya yang anak muda banget. Seorang geek dengan muka dan rambut aneh bertemu dengan teman pindahannya yang bertampang tua, dan akhirnya berjuang untuk mendapatkan kursi presiden sekolah. The movie is just damn freak, but we’re all freaks when we were young! Karena keberaniannya menjadi freak, Napoleon Dynamite mengalahkan Ray dan The Incredibles, menjadi Best Movie di tahun itu. Sepuluh tahun sebelumnya, Quentin Tarantino meraih penghargaan yang sama dengan Pulp Fiction-nya. Di acceptance speech-nya, Tarantino mengeluarkan sebuah joke yang kemudian,menempatkan MTV Movie Awards dengan solid pada dunia perfilman.

Tarantino: Pop quiz, hot shot! What do you do when you’ve been going to award show after award show all year long, and keep losing to Forrest Gump?

Crowd: What, Mr. Tarantino?

Tarantino: You go to the MTV Movie Awards!

Itulah mengapa saya tetap menunggu-nunggu MTV Movie Awards setiap tahunnya, karena menurut saya, justru MTV secara objektif menilai sebuah film dengan memberikan hak kepada para penontonnya untuk benar-benar menjadi juri. Tidak seperti ajang bergengsi lainnya macam Cannes atau Sundance yang memberikan kesempatan ‘hanya’ kepada para board of jury-nya untuk bersikap objektif terhadap film-film yang berkompetisi (tetapi secara sengaja tidak sengaja justru memberikan kesempatan pada para jurinya untuk bersikap subjektif). Buat saya sendiri sih, menonton MTV Movie Awards menjadi kebalikannya festival-festival film tersebut, karena setelah film pemenang festival keluar, biasanya saya akan segera memburu film-filmnya dan baru jatuh cinta kepadanya. Tetapi di MTV Movie Awards, you go to the movies, fall in love with the movie, and give awards to the movie you love the most. Seperti tren fashion yang berganti setiap musim dan kamera sekali pakai, MTV tetap akan disukai karena kemampuannya beradaptasi kepada para penonton mudanya. Jadi, kita tinggal tunggu kejutan apa lagi yang akan dibuat MTV Movie Awards di tahun depan, meanwhile, let’s have a stack on this year summer movie. Karena siapa tahu, film-film inilah yang akan jadi juaranya di MTV Movie Award tahun depan. Happy watching! :)

Advertisements

Read Full Post »