<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>yellowandred at cinema</title>
	<atom:link href="http://yellowandredatcinema.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com</link>
	<description>yellow goes to the cinema, and red just happen to be companion</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Feb 2012 07:12:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yellowandredatcinema.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>yellowandred at cinema</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yellowandredatcinema.wordpress.com/osd.xml" title="yellowandred at cinema" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Durable Love</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2012/02/18/durable-love/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2012/02/18/durable-love/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 07:11:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[Joko Anwar adalah salah satu sutradara kebanggaan Indonesia yang karya-karya-nya selalu saya tunggu. Entah ketika ia menjadi sutradara, ataupun menjadi scriptwriter. Kali ini, filmnya adalah Durable Love (2012). Durable Love diluncurkan di tanggal 14 Februari 2012, tepat pukul 17.00 di situs http://www.durablelovemovie.com. Ya, filmnya bisa ditonton secara online. Beberapa hari sebelumnya, para pengakses situsnya bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=323&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong>Joko Anwar</strong> adalah salah satu sutradara kebanggaan Indonesia yang karya-karya-nya selalu saya tunggu. Entah ketika ia menjadi sutradara, ataupun menjadi scriptwriter. Kali ini, filmnya adalah <strong>Durable Love (2012)</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-324" title="" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2012/02/durablelove-2.jpg?w=500&#038;h=213" alt="" width="500" height="213" />Durable Love diluncurkan di tanggal 14 Februari 2012, tepat pukul 17.00 di situs <a href="http://www.durablelovemovie.com/">http://www.durablelovemovie.com</a>. Ya, filmnya bisa ditonton secara online. Beberapa hari sebelumnya, para pengakses situsnya bisa memesan tiket dan memilih tempat duduknya sendiri di teater online tersebut. Menarik, dan semenarik filmnya. Beberapa jam setelahnya, server situsnya jammed, karena teaternya penuh sesak oleh para penonton virtual.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertutur dalam durasi sekitar 11 menit, kelebihan utama film ini tentu saja ada di beberapa punch line yang diucapkan dua tokoh utamanya. Diperankan dengan baik oleh <strong>Karina Salim</strong> (pernah bermain di drama musikal <strong>Onrop!</strong>) dan <strong>Sadha Triyudha</strong> (akan bermain di film layar lebar terbaru Joko Anwar &#8211; <strong>Modus Anomali</strong>). Yang menarik perhatian tentu saja akting (meminjam bahasa anak jaman sekarang) unyu-unyu Karina dan humor cerdas di sepanjang film. Dengar saja potongan pembicaraan di puncak konflik film yang<a href="http://www.rileks.com/details/1357/sambut-valentine-dengan-film-online-pertama-joko-anwar-durable-love"> ternyata <em>unscripted</em> ini</a>,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sadha : …aku tetep milih kamu, tapi ini <em>diehard</em>, Yang.</p>
<p style="text-align:justify;">Karina : Emang Bruce Wilis.</p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Menarik, kan?</p>
<p style="text-align:justify;">Film pendek memang selalu menarik dibahas. Semenjak dulu saya selalu mengagungkan film pendek sebagai format yang paling efektif untuk menyampaikan sebuah ide. Karena dengan waktu yang pendek, pusat dunia akan berada di inti ceritanya sendiri. Tidak perlu ada sub-konflik, ataupun karakter tambahan. Durable Love bercerita dengan sederhana. Joko Anwar menyelipkan kata cinta di interaksi sederhana. Dipilihnya karakter yang sedang menjamur di masyarakat, karakter perempuan metropolitan dengan apartemen pribadi dan visi hidup yang jelas. Yang walaupun akhirnya (lagi-lagi) kalah dengan hal klise-cinta. Hanya si ide, menari di atas panggung. Dengan eksekusi sederhana dan media internet yang sekarang ada di ujung jari setiap orang, film Durable telah mencuri hati dan sesederhana itu, film ini berhasil berbicara tentang cinta di hari yang (katanya) penuh cinta.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/323/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=323&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2012/02/18/durable-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2012/02/durablelove-2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>The Green Hornet</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2011/02/11/the-green-hornet/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2011/02/11/the-green-hornet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2011 17:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[The Green Hornet is Having Fun to Extinguish Crime, Michel Gondry is Having Fun to Experiment with Superhero Movie Jujur saja, saya pertama kali melihat trailer The Green Hornet di TV (bukan internet). Saya tidak berusaha mencari tahu tentang film ini sebelumnya dan untuk setelahnya tertarik ketika melihat nama-nama yang terpajang di posternya di bioskop. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=312&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/70694_gal.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-313" title="70694_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/70694_gal.jpg?w=202&#038;h=300" alt="" width="202" height="300" /></a>The Green Hornet is Having Fun to Extinguish Crime, Michel Gondry is Having Fun to Experiment with Superhero Movie</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jujur saja, saya pertama kali melihat <em>trailer</em> <strong>The Green Hornet</strong> di TV (bukan internet). Saya tidak berusaha mencari tahu tentang film ini sebelumnya dan untuk setelahnya tertarik ketika melihat nama-nama yang terpajang di posternya di bioskop. <strong>Michel Gondry</strong> <em>is one of my favorite director of all time</em>. Jadi saya merasa berkewajiban menonton film ini. Setelah itu terpasang nama <strong>Seth Rogen (Superbad, Zack and Miri Make a Porno)</strong>, spesialis muka datar dan gaya bicara kereta api ketika melontarkan kalimat lelucon yang sarat makna. Lebihnya lagi, Rogen kembali berkolaborasi dengan <strong>Evan Goldberg</strong> (seperti halnya dengan <strong>Superbad</strong> dan <strong>Pineapple Express</strong>) untuk menulis <em>script</em> film ini. Setelah itu terpampang nama <strong>Jay Chou</strong>, artis Taiwan yang namanya pernah <em>booming</em> di zaman F4 merajalela. Sayapun bermain-main untuk menyaksikan film ini.</p>
<p style="text-align:justify;">The Green Hornet berangkat dari sebuah sandiwara radio ciptaan <strong>George W. Trendle</strong> dan <strong>Fran Strike</strong> di tahun 1936. Setelahnya The Green Hornet merambah ke TV Serial dan komik di tahun 1940. Ceritanya sendiri berkisar tentang <strong>Britt Reid (Seth Rogen)</strong>. Konglomerat, <em>playboy</em>, haus publisitas. Intinya, dia tipikal pemuda bego yang pada awal film horror terbunuh duluan karena khilaf menginjak kuburan si setan. Ayah Britt, adalah <strong>James Reid (Tom Wilkinson)</strong>, pemilik percetakan koran terbesar bernama <strong>The Daily Sentinel</strong> yang dikenal karena idealismenya tentang penerbitan berita. James Reid sendiri dikenal bertangan dingin dan super idealis. Tapi sayangnya, memori itu tidak tertanam dalam diri Britt. Baginya, ayahnya hanya seorang orang tua dingin yang mencopot kepala mainan kesayangannya dan membuangnya di tempat sampah. Berawal dari hilangnya cita rasa dan hiasan daun di kopi paginya, Britt berkenalan dengan <strong>Kato (Jay Chou)</strong>. Super jenius, jago berkelahi, dan punya (entah apa namanya, tapi bukan kekuatan super) kemampuan untuk bergerak lebih cepat ketika jantungnya berdetak lebih kencang. Kato dan Britt menemukan kecocokan ketika keduanya menemukan kesenangan dalam memberantas kejahatan (setelah sebelumnya dengan <em>vandal</em> merusak patung peninggalan James Reid dengan mencopot kepala patung perunggu tersebut).</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan kekuasaannya sebagai pewaris perusahaan koran, Britt (dan Kato) meraih publisitas dengan menamakan dirinya <strong>The Green Hornet</strong> (dan supirnya). Berperan sebagai <em>superhero</em> yang berkedok penjahat, mereka membagi-bagikan kartu nama dan alamat <em>e-mail</em> kepada para penjahat yang dibasminya. Pada akhirnya, kartu nama tersebut sampai kepada penguasa kejahatan di kota tersebut, <strong>Chudnofski (Christoph Waltz)</strong>, yang kemudian di akhir cerita tertantang mengganti namanya menjadi Bloodnofski melihat ketenaran The Green Hornet.</p>
<p style="text-align:justify;">Agak aneh memang ketika mendengar Gondry membuat film superhero. Oke, dia berhasil membuat film cinta surealis luar biasa terngiang berjudul <strong>Eternal Sunshine of the Spotless Mind</strong> dan berhasil membuat komedi tentang <em>video a la mode</em> dengan latar Passaic yang disebut sebagia kota kelahiran Jazz, berjudul <strong>Be Kind Rewind</strong>. Tapi kali ini, filmnya <strong>SUPERHERO</strong>. Ya, saya dan Anda tidak salah dengar. Seperti saya yang menonton film ini bermula dengan main-main, ataupun Britt dan Kato yang bermain-main menumpas kejahatan, Michel Gondry mungkin sedang bermain-main di film terbarunya ini. Tapi ini Michel Gondry kan? Ya, dan sentuhan magisnya masih terasa. Walaupun <a href="http://www.rottentomatoes.com/m/green_hornet/">Rotten Tomatoes hanya memberinya rating 45%</a>, saya malahan akan merekomendasikan film ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/68366_gal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-315" title="68366_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/68366_gal.jpg?w=500&#038;h=332" alt="" width="500" height="332" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Deretan <em>cast</em>nya luar biasa. Rogen, seperti deskripsi saya di atas, sungguh luwes mengucapkan kalimat-kalimatnya di sepanjang film. Intonasinya sungguh baik, walaupun aktingnya seperti sama saja dengan film-filmnya sebelumnya. Jay Chou, bermain meyakinkan. Bahasa inggrisnya patah-patah, sungguh mencerminkan orang Asia yang bermain di Hollywood (hal yang tidak terjadi pada Lucy Liu dan Rain). Sayang <strong>Cameron Diaz</strong> yang berperan sebagai <strong>Lenore Case</strong> hanya menjadi pajangan yang menarik, sehingga setidaknya ada tokoh wanita di sana. Waltz, kembali bermain watak, ia tampak bodoh, menggelikan, dan di sisi lain—‘sakit’. Anda harus menyaksikannya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Editingnya rapi dan menarik, akan tetapi saya tidak menyarankan Anda untuk menonton 3D-nya. Aksi yang ada seru dan menegangkan, tetapi tidak terlalu istimewa untuk dijadikan versi 3-D. Warna yang dipakai juga tidak cukup banyak, sehingga The Green Hornet masih layak untuk ditonton di versi 2-D.</p>
<p style="text-align:justify;">Lepas dari semua itu, saya sadar kenapa rating untuk The Green Hornet berada di garis batas. Kalimat-kalimat yang dipakai Rogen, walaupun sungguh <em>witty</em> dan cerdas, porsinya terlalu banyak sehingga beberapa berubah hambar. Beberapa adegan juga berdurasi terlalu lama, yang paling saya sadari adalah ketika adegan perkelahian Brit dan Kato yang t<em>he-so-called-bromance atmosphere</em>-nya  membekas tetapi menjadi <em>boooring</em>~ karena durasinya. Beberapa adegan perkelahian lain justru berlangsung terlalu cepat sehingga kadang saya bingung dengan apa yang ingin disampaikan oleh film ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/67071_gal.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-316" title="67071_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/67071_gal.jpg?w=500&#038;h=334" alt="" width="500" height="334" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Yang saya yakini, film ini memang film komedi. Dia hanya memakai latar belakang superhero dan disutradarai oleh Gondry, sutradara kesayangan para pecinta film (<em>so-called</em>) <em>sidestream</em>. Sehingga sungguh sulit untuk menilai film ini dengan standar film superhero. Tetapi sebagai film komedi, The Green Hornet berhasil memancing tawa sekaligus membuat ketegangan dalam adegan aksinya. Jika menganalogikannya dengan makanan. The Green Hornet bukan tipikal film superhero yang menjadi <em>roast turkey</em>, seperti Spiderman dan Iron Man, ia tidak berdiri sebagai <em>premium steak</em>, seperti The Dark Knight. Anehnya, film ini menjelma sebagai <em>potato chip</em> yang duduk di pinggiran. Hanya <em>side dish</em>, yang kelebihan lemak, tetapi ringan dan licin tandas karena disukai pengunjung.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/312/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=312&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2011/02/11/the-green-hornet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/70694_gal.jpg?w=202" medium="image">
			<media:title type="html">70694_gal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/68366_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">68366_gal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2011/02/67071_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">67071_gal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harry Potter and The Deathly Hallows Part 1</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/29/harry-potter-and-the-deathly-hallows-part-1/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/29/harry-potter-and-the-deathly-hallows-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2010 05:30:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Pertama kali keluar di tahun 1997, tidak dapat dipungkiri bahwa novel Harry Potter telah mencuri hati kita semua. Bertahun-tahun kemudian di tahun 2007, buku terakhir dari seri ini keluar dan membuat para die hard fans-nya mampu berdiri berjam-jam untuk menunggu keluarnya buku yang telah terjual sebanyak 11 juta kopi di hari perdana penjualannya. Kemudian, babak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=269&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-271" title="71230_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/71230_gal.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Pertama kali keluar di tahun 1997, tidak dapat dipungkiri bahwa novel Harry Potter telah mencuri hati kita semua. Bertahun-tahun kemudian di tahun 2007, buku terakhir dari seri ini keluar dan membuat para <em>die hard</em> fans-nya mampu berdiri berjam-jam untuk menunggu keluarnya buku yang telah terjual sebanyak 11 juta kopi di hari perdana penjualannya. Kemudian, babak baru dari seri ini terwujud ketika pada tahun 2001, Warner Bros mengambil alih salah satu <em>franchise</em> terbesar yang mungkin ada di dunia. <strong>Chris Columbus (Home Alone, Rent, Percy Jackson and the Lightning Thief)</strong> adalah sang sutradara yang beruntung (menyingkirkan <strong>Stephen Spielberg</strong> dan <strong>Terry Gilliam</strong>) untuk menciptakan keajaiban dari <strong>Harry Potter and The Sorcerer’s Stone</strong> menjadi nyata. Film kedua, ketiga, dan keempatnya, <strong>Harry Potter and the Chamber of Secret</strong> dan <strong>Harry Potter and The Prisoner’s of Azkaban</strong>, dan berturut-turut keluar di tahun 2004-2005. Sutradara <strong>Alfonso Cuarón</strong> dan <strong>Mike Newell</strong> didaulat menggantikan Columbus di film ketiga dan keempat. Di tahun 2007, film kelimanya yang berjudul <strong>Harry Potter and The Order of the Phoenix</strong> akhirnya sampai pada tangan <strong>David Yates</strong>. Yates dengan magisnya berhasil menciptakan kekelaman pada film ini dan hal tersebut disusul dengan film keenamnya, <strong>Harry Potter and the Half-Blood Prince</strong>. Suasana drama dan atmosfer gelap mengukuhkan Yates untuk kembali menyutradrai instalasi terakhir dari seri ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Harry Potter and the Deathly Hallows</strong> dibagi menjadi dua bagian, yang membuat saya yakin bahwa kehadiran film ini tidak terkesan mengejar uang, tetapi mengejar keutuhan cerita. Bagian keduanya akan keluar pada Mei 2011 dan saya jamin akan membuat para <em>die hard</em> fansnya kembali berdebar-debar menunggu kehadirannya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-273" title="71214_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/71214_gal.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak akan membahas soal cerita kepada Anda. Sudah cukup banyak review yang beredar di luaran soal ceritanya, jadi pasti Anda tidak kesulitan mendapatkannya. Pada bagian pertamanya ini, saya kembali ingin menyalami Yates dan berterima kasih atas segala hal yang dilakukannya dengan film ini. Jika Anda pembaca bukunya, bagian awal ceritanya memang hanya berputar tentang pencarian Horcrux dan (mungkin) pencarian jati diri untuk ketiga tokoh utama kita ini. Di hutan-hutan terdalam, mereka berjalan entah kemana. Sepintas memang terdengar membosankan, karena hidup mereka hanya berpusat pada pembicaraan tentang Horcrux, penemuan baru Hermione atas Horcrux, malam datang, ketiganya memasang mantra dan tenda, begitu berulang-ulang. Tetapi Yates berhasil membuatnya tidak membosankan dan entah kenapa, saya suka bagian ketika Harry mengajak Hermione berdansa diiringi musik dari radio. <em>Somehow</em>, adegan itu membuat saya merasa karakter mereka menjadi manusiawi. Ya mereka penyihir dan mereka akan menghadapi sang Dark Lord dengan peliharaan ular besar, lalu kenapa? Mereka pada dasarnya hanya anak-anak muda yang juga berkutat dengan masalah percintaannya masing-masing. Adegan tersebut dengan baiknya menerjemahkan pernyataan tersebut dengan baik. Dan dengan semudah itulah saya jatuh cinta dengan Harry Potter and the Deathly Hallows part 1.</p>
<p style="text-align:justify;">Adegan-adegannya seru dan menegangkan, kelam dan mencekam. Pemotongan ending bagian pertamanya juga tidak mengecewakan. Terasa pas dan memuaskan. Bagi para penggemar barunya (yang tidak menonton film-film sebelumnya maupun membaca bukunnya), film ini saya kira mampu menjaring target penonton tersebut. Karena ketegangan yang dihasilkan setelah menonton film ini membuat saya sendiri ingin menyaksikan kembali keenam instalasi sebelumnya. Walaupun saya berani bilang, instalasi ketujuh ini mampu membuat film-film pendahulunya menjadi biasa saja.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="71249_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/71249_gal.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi ada satu adegan yang menurut saya merusak jalinan ceritanya, yaitu adegan Ron menghancurkan <em>locket</em> milik Salazar Slytherin. Adegan bayangan Hermione dan Harry yang berciuman memang terjadi di bukunya, tetapi entah mengapa ketika adegannya ditampilkan tanpa busana membuat saya agak sedikit kesal. Saya tahu sejak menginjak film kelima (atau bahkan keempat), suasana yang ditampilkan menggelap serta target penontonnya telah berganti menjadi remaja. Tetapi entah kenapa hanya hal itu saja yang menganggu saya di sepanjang film.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada akhirnya, jika porsi <em>action</em> dan drama yang tidak berimbang ada di instalasi keenamnya telah diperbaiki di filmnya yang ketujuh. Kedua porsi tersebut ditata rapi dan tidak berlebihan, memberikan sebuah awal dari penutup yang baik untuk novel terlaris sepanjang sejarah ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/269/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=269&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/29/harry-potter-and-the-deathly-hallows-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/71230_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">71230_gal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/71214_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">71214_gal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/71249_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">71249_gal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The-Not-So-Mega Cartoon Movie &#8211; Megamind</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/28/the-not-so-mega-cartoon-movie-megamind/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/28/the-not-so-mega-cartoon-movie-megamind/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 08:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Dreamworks kembali dengan salah satu film kartun terbarunya berjudul Megamind. Tagline film ini “The Superhero Movie Will Never Be The Same”. Menarik dan memancing menurut saya, walaupun pemilihan kalimatnya terdengar klise. Dreamworks memang jagoan membuat karakter yang menarik, tetapi tidak terlalu beruntung untuk membuat film kartun yang baik. Segmen pembuatan filmnya mungkin tepat, hiburan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=260&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-263" title="70080_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/70080_gal.jpg?w=500" alt=""   />Dreamworks</strong> kembali dengan salah satu film kartun terbarunya berjudul Megamind. Tagline film ini “T<em>he Superhero Movie Will Never Be The Same</em>”. Menarik dan memancing menurut saya, walaupun pemilihan kalimatnya terdengar klise. Dreamworks memang jagoan membuat karakter yang menarik, tetapi tidak terlalu beruntung untuk membuat film kartun yang baik. Segmen pembuatan filmnya mungkin tepat, hiburan dan anak-anak. Tapi entah mengapa, saya merasa bosan dengan formulanya yang standar.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Dreamworks memperkenalkan kita kepada sang tokoh superhero yang jauh dari stereotype yang ada. Namanya adalah <strong>Megamind (Will Farrel)</strong>, ia berkepala besar mirip E.T dan berwarna biru. Dreamworks telah berhasil dengan formula ini sebelumnya. Di mana sang jagoan utama bukanlah pangeran tampan berkuda putih, ataupun Panda lucu berperut gendut. Tentu Anda masih ingat <strong>Shrek (2001)</strong>, si ogre berwarna hijau yang jorok dan tak tampang ganteng. Tapi toh film kartun ini masih bertengger menjadikan dirinya sebagai film kartun terlaris Dreamworks. Kembali pada tokoh jagoan kita Megamind, ia tidak protagonis. Diceritakan pada awal film, kemalangan terus menimpanya sehingga ia dibenci dan dianggap pembuat onar. Ia selalu kalah oleh <strong>Metro Man (Brad Pitt)</strong>, yang disebutnya sebagai <em>Mr Goody-Two-Shoes</em>. Megamind pun kemudian tumbuh menjadi seorang kriminal, antagonis super yang berniat mengalahkan Metro Man dan mengambil alih Metro City, tempat keduanya tinggal. Ketika pada akhirnya Metro Man berhasil dikalahkannya, Megamind mulai bingung apa tujuan hidupnya lagi. Akhirnya, demi mendapatkan wanita pujaan hatinya, <strong>Roxanne Ritchi (Tina Fey)</strong>, ia menciptakan superhero baru untuk menjadikannya tandingan untuk terus membuatnya punya tujuan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-264" title="70277_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/70277_gal.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Filmnya menghibur, lucu dan menggemaskan. Tetapi sesudah menonton, tidak ada yang terbawa pulang. Hal ini berbeda dengan saat saya menonton <strong>How to Train Your Dragon (2010)</strong>, film super keren yang dikeluarkan Dreamworks sebelumnya. How to Train Your Dragon punya script dan dialog yang bagus juga twist ending yang baik sehingga membuat kita mampu membicarakan tentang filmnya sampai beberapa hari setelahnya. Tetapi Dreamworks tidak berhasil membuat hal tersebut dengan Megamind. Saya dengan mudah melupakan film ini dan menuliskan reviewnya hampir beberapa minggu setelah menontonnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ffffff;">.</span></p>
<p style="text-align:justify;">Penyebabnya mungkin alur ceritanya yang kurang baik. Twist yang ditampilkan ketika Megamind harus bertarung dengan inner self-nya yang sebenarnya protagonist memang sudah baik, tetapi entah mengapa gampang ditebak. Padahal para pengisi suaranya sangat menjual, lihat saja. Will Ferrell, Tina Fey, Brad Pitt, dan Jonah Hill. Semuanya artis papan atas, dan tidak dipungkiri hasil pekerjaan mereka memuaskan. Tetap saja, masih ada sesuatu yang terasa kurang di film ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak mengatakan Megamind film yang gagal, sudah saya bilang filmnya menghibur. Tetapi impact yang dihasilkannya tidak besar dan hanya terlihat standar dengan film-film kartun lain. Ternyata, karakter yang menarik dan pengisi suara yang terkenal memang belum cukup untuk membuat sebuah film kartun yang menarik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=260&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/28/the-not-so-mega-cartoon-movie-megamind/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/70080_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">70080_gal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/70277_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">70277_gal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HOSTEL</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/28/hostel/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/28/hostel/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 04:36:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Dua orang pemuda Amerika, Paxton (Jay Hernandez) dan Josh (Derek Richardson) bertemu dengan seorang Islandia, Oli (Eyþór Guðjónsson), dalam liburan mereka di Eropa. Keduanya pun mengalami liburan yang memang sulit dilupakan. Mengejar hisapan ganja dan seks gratis, merekapun mendapatakannya dengan mudah. Cerita bergulir ketika, seorang informan bernama Alexei (Lubomir Bukovy), menyarankan mereka untuk pergi ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=254&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/37926_gal.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-255" title="37926_gal" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/37926_gal.jpg?w=500" alt=""   /></a>Dua orang pemuda Amerika, <strong>Paxton (Jay Hernandez)</strong> dan <strong>Josh (Derek Richardson) </strong>bertemu dengan seorang Islandia, <strong>Oli (Eyþór Guðjónsson)</strong>, dalam liburan mereka di Eropa. Keduanya pun mengalami liburan yang memang sulit dilupakan. Mengejar hisapan ganja dan seks gratis, merekapun mendapatakannya dengan mudah. Cerita bergulir ketika, seorang informan bernama <strong>Alexei (Lubomir Bukovy)</strong>, menyarankan mereka untuk pergi ke Bratislava di pinggiran Slovakia. Surga bagi para pecinta seks dan judi, yang dikatakan merupakan gudang para wanita terbaik. Pertemuan mereka dengan para gadis di sebuah hostel yang bernama <strong>Russian Natalya (Barbara Nedeljakova)</strong> dan <strong>Czech Svetlana (Jana Kaderabkova)</strong> kemudian menuntun mereka ke sebuah rangkaian kejadian yang menyayat-nyayat nyali. Ketika Oli bersama seorang gadis Jepang bernama <strong>Yuki</strong> yang ditemuinya tidak kembali ke kamar Hostel mereka, Paxton dan Josh mulai menyadari ada yang tidak beres di kota itu. Tanpa sadar, merekapun menjadi salah satu korban sebuah perkumpulan “tidak beres” yang bertempat di kota tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Ditulis dan disutradarai sendiri oleh <strong>Eli Roth</strong>, Hostel mendudukkan dirinya sebagai salah satu film <em>thriller</em> super ngeri menurut saya. Kalau Anda tidak kenal siapa Eli Roth, dia adalah sang pemeran <strong>Donny Donowitz</strong> atau <strong>The Bear Jew</strong> yang bermain dalam <strong>Inglourious Basterds</strong> arahan <strong>Quentin Tarantino</strong>. Dalam Hostel, Tarantino jugalah yang menjadi produser film ini. Hostel merupakan film yang dibuat dengan budget rendah tetapi menuai kesuksesan dengan pendapatan kotor yang berlipat ganda. Ditaksir dengan pengeluaran sekitar $ 4 juta, Hostel berhasil meraih pendapatan kotor sekitar $ 80 juta dan $ 180 dari penjualan DVD. <strong>Jean Francois Raugier </strong>dari <strong>French Cinematheque</strong> bahkan menobatkan Hostel sebagai <strong>Best Film of the Decade </strong>dalam <strong>Film Comment Magazine</strong> edisi Januari 2010. <strong>Hostel part II</strong> yang juga disutradarai oleh Roth keluar di tahun 2007, tetapi filmnya muncul duluan di internet sebelum filmnya dirilis, sehingga kesuksesan Hostel tidak dicapai oleh sekuelnya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk para pembenci film yang sarat dengan <strong>nudity, kekerasan, dan darah</strong>, saya sarankan<strong> </strong><strong>jangan repot-repot memaksa menyaksikan film ini</strong>. Karena ketiga hal itulah yang menjadi menu utama dalam Hostel.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kineklub.lfm-itb.com/log/wp-content/uploads/2010/11/31323_gal1.jpg"></a><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/31323_gal1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-256" title="31323_gal1" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/31323_gal1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam film berdurasi sekitar 90 menit ini, penonton dibawa perlahan menuju inti film yang sesungguhnya. Saya bisa katakan, 1/3 bagian pertama penuh dengan adegan-adegan <em>nudity</em> dan seks, 1/3 bagian selanjutnya mengantar kita ke turning point film ini untuk menyaksikan klimaks apa yang sebenarnya ingin dipaparkan oleh film ini. 30 menit selanjutnya adalah siksaan (secara harfiah dan simbolis). 30 menit akhir bagian film ini dijamin membuat Anda berteriak, menutup mata, merasakan kengerian dan horor yang mutlak. Darah dan organ tubuh menjadi hidangan segar yang tidak pernah berhenti disajikan selama waktu 30 menit tersebut.<br />
<em> </em></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em> Sound effect</em> dalam film <em>thriller</em> merupakan salah satu elemen penting yang mutlak ada. Dalam Hostel, pembubuhan <em>sound effect</em>-nya luar biasa dan mampu membuat jantung saya berdegup kencang dengan keberadaannya di sepanjang film. Apalagi adegan-adegan akhir saat Paxton berada di gedung tua di 30 menit terakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Segi ke-<em>thriller</em>-an film ini maksimal, mungkin setingkat di bawah <strong>Cannibal Holocaust (1980)</strong>. Sebenarnya, saya tidak menggemari genre film ini, tetapi setelah menyaksikan penurunan kualitas film <em>thriller franchise</em> <strong>SAW</strong> (yang baru saja mengeluarkan SAW 3D), tidak afdol rasanya untuk melewatkan Hostel. Selain jenis penonton yang telah saya peringkatkan dengan garis bawah di atas, saya merekomendasikan Anda untuk menonton film ini. Apalagi untuk ditonton bersama teman-teman, karena dijamin seru dan memancing teriakan. Satu hal yang membuat Hostel mengukuhkan dirinya menjadi salah satu film <em>thriller</em> terbaik adalah karena selain menjual adegan-adegan sadisnya, Hostel menjual segi kelogisan di dalam ceritanya. Hal yang kadang dilupakan oleh para pembuat film <em>thriller</em> macam ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=254&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/11/28/hostel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/37926_gal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">37926_gal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/11/31323_gal1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">31323_gal1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SHERLOCK</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/sherlock/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/sherlock/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 09:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[TV Serial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Ya, ya, sebut saja ini adalah adaptasi lain dari novel favorit kerajaan Inggris, Sherlock Holmes. Jujur saja, saya penggemar berat Sherlock Holmes dan mungkin saya sudah cukup bosan untuk adaptasi lain dari serial ini. Adaptasi terbarunya bahkan sampai ke tangan Guy Ritchie, sutradara action jenius yang tau bagaimana mengemas novel ini jadi seperti film superhero [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=224&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-225" title="sherlock1" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock1.jpg?w=500&#038;h=282" alt="" width="500" height="282" /></p>
<p>Ya, ya, sebut saja ini adalah adaptasi lain dari novel favorit kerajaan Inggris, <strong>Sherlock Holmes</strong>.  Jujur saja, saya penggemar berat Sherlock Holmes dan mungkin saya sudah  cukup bosan untuk adaptasi lain dari serial ini. Adaptasi terbarunya  bahkan sampai ke tangan Guy Ritchie, sutradara action jenius yang tau  bagaimana mengemas novel ini jadi seperti film superhero dengan <strong>Sherlock Holmes (2009)</strong>.  Ketika saya disodorkan TV Series ini, saya kembali membayangkan jalanan  kota London tahun 1800-an di waktu malam dengan sosok Sherlock yang  kurus dan Dr. Watson yang mengekor di belakangnya. Sayangnya, semua  pikiran itu musnah.</p>
<p><strong>Katakan selamat datang di London tahun 2010!<br />
</strong><br />
Ini adalah era modern dimana semua hal berlangsung lewat internet dan  koneksi ponsel cerdas. Cerita kemudian dimulai dengan pengenalan <strong>Dr. John Watson (Martin Freeman)</strong>, mantan dokter tentara yang sedang menjalani terapi <em>psychosomatic limp</em> karena paska trauma sepulang perang di Afghanistan. Cerita selanjutnya kemudian dapat ditebak, ia bertemu dengan <strong>Sherlock Holmes (Benedict Cumberbatch) </strong>yang menamakan profesinya sebagai <em>Consulting Detective</em>. Keduanya bertualang memecahkan kasus-kasus yang terjadi di sekitar kota London.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-227" title="sherlock3" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock3.png?w=500" alt=""   /></p>
<p>Yang paling saya suka adalah bagaimana kemampuan analisis deduksi Holmes digambarkan dengan huruf-huruf yang melayang dan <em>pace</em> cut-to yang cepat. Sungguh keren dan seketika membuat saya yakin bahwa  cerita ini benar-benar terjadi di dunia modern. Tokoh-tokoh yang ada di  sepanjang cerita tidak ada yang berubah, penokohannya pun pas dan sesuai  (saya suka sekali bagaimana Sherlock yang pengguna narkoba digambarkan  kecanduan <em>nicotine pack</em>). Hanya elemen-elemen cerita yang  kemudian diterjemahkan ke dunia modern. Dimana surat berubah menjadi  pesan SMS, dan kereta kuda bertranformasi menjadi taksi. Satu  penggambaran yang saya suka adalah bagaimana transkrip cerita Watson  berubah menjadi postingan blog. Bahkan BBC benar-benar membuat <a href="http://www.johnwatsonblog.co.uk/"><strong>blog tersebut</strong></a> dan situs <a href="http://www.thescienceofdeduction.co.uk/"><strong>The Science of Deduction</strong></a> milik Sherlock yang juga benar-benar dapat diakses. Beberapa fans  malahan sudah membuat beberapa fansite yang mendukung keberadaan serial  ini, salah satunya adalah situs <a href="http://www.sherlocking.org/">Sherlocking</a> yang sekarang sedang membuka kontes fanfiction untuk para penggemar Sherlock.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-226" title="sherlock2" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock2.jpg?w=500&#038;h=278" alt="" width="500" height="278" /></a></p>
<p>Episode yang pertama berjudul <strong>Study in Pink</strong>, sungguh menarik membandingkannya dengan novel Sherlock Holmes yang pertama yang berjudul mirip, <strong>Study in Scarlet</strong>.  Yang menarik adalah, mereka tidak menerjemahkan persis cerita-cerita di  novelnya tetapi beberapa dicampur untuk menambah bumbu cerita dan  menyesuaikannya dengan dunia sekarang. Episode keduanya berjudul <strong>The Blind Banker</strong>. Sedangkan episode ketiganya yang berjudul <strong>The Great Game</strong> merupakan pertemuan pertama Sherlock dengan musuh bebuyutannya <strong>Moriarty</strong> dan masih menjadi episode favorit saya sampai saat ini.</p>
<p>Serial TV yang pertama mengudara tanggal 25 Juli 2010 ini oleh <strong>BBC One</strong> ini diciptakan oleh <strong>Steven Moffat</strong> and <strong>Mark Gatiss</strong>.  Setelah mendapat review yang positif, BBC berniat melanjutkan serial  ini untuk waktu tayang yang lebih lama. Sampai saat ini, baru ada 3  episode yang masing-masing berdurasi 90 menit. Jadi, Anda belum  ketinggalan jauh untuk mengikuti serial yang menarik ini dan menikmati  adaptasi segar untuk kisah yang tak akan pernah lekang dimakan oleh  zaman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=224&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/sherlock/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sherlock1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock3.png" medium="image">
			<media:title type="html">sherlock3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/sherlock2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sherlock2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tokyo Godfathers</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/tokyo-godfathers/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/tokyo-godfathers/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 09:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[“Meet the Ultimate Dysfunctional Family” Menikmati Tokyo Godfathers adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan hati. Jujur saja, saya menangis hampir setiap kali menontonnya (padahal di Animax, film ini hampir selalu diputar setiap tahunnya). Tokyo Godfathers adalah film ke-3 Satoshi Kon, yang disutradarai dan ditulisnya sendiri (bersama Keiko Nabumoto) pada tahun 2003. Film ini menyusul kesuksesan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=213&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><img class="alignleft size-full wp-image-214" title="tokyo2" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/tokyo2.jpg?w=500" alt=""   /><em>“Meet the Ultimate Dysfunctional Family”</em></p>
<p style="text-align:justified;">Menikmati <strong>Tokyo Godfathers</strong> adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan hati. Jujur saja, saya menangis hampir setiap kali menontonnya (padahal di <strong>Animax</strong>, film ini hampir selalu diputar setiap tahunnya). Tokyo Godfathers adalah film ke-3 <strong>Satoshi Kon</strong>, yang disutradarai dan ditulisnya sendiri (bersama <strong>Keiko Nabumoto</strong>) pada tahun 2003. Film ini menyusul kesuksesan <strong>Perfect Blue (1997)</strong> dan <strong>Millenium Actress (2002)</strong> yang tidak kalah menakjubkannya. Animasi merupakan salah satu media  film yang luar biasa curang, bayangkan bahwa Anda tidak akan menemukan  kendala apapun dalam membuat sebuah cerita. James Cameron tidak akan  menunggu bertahun-tahun untuk menunggu membuat AVATAR, dan Christopher  Nolan tidak akan menunggu lama untuk membuat Inception jika semua film  tersebut dibuat dalam media animasi. Tapi itu bisa jadi topik bahasan  lain dan saya tidak berniat untuk mengganggu gugatnya. Oleh karena  itulah, saya sungguh mengagungkan media ini sedari dulu. Paparan tentang  bagaimana media animasi ini diterima di masyarakat bisa dilihat di  review <a href="http://kineklub.lfm-itb.com/log/2010/09/05/paprika-2006/"><strong>Paprika-nya Kevin</strong></a> (a really nice piece :D ). Untuk saat ini, saya hanya akan bercerita tentang film komedi yang saya nobatkan sebagai salah satu film favorit saya.</p>
<p style="text-align:justified;">Tokyo Godfathers diinspirasi oleh film berjudul <strong>The 3 Godfathers (1948)</strong> yang bercerita tentang 3 orang laki-laki yang berusaha menyelamatkan  seorang bayi dari ibunya yang hampir meninggal dan kemudian  membesarkannya. Kurang lebih, film inipun bercerita dengan awal yang  sama. Di malam natal, tiga orang gelandangan menemukan seorang bayi di  tempat pembuangan sampah. Adalah <strong>Gin</strong>, seorang mantan pejudi yang meninggalkan rumah karena hutang di meja judi, kemudian<strong> Hana,</strong> seorang transgender yang ceria, juga <strong>Miyuki</strong> yang lari dari rumah karena bertengkar dengan ayahnya. Berbekal dengan  keinginan Hana untuk mengembalikan bayi yang kemudian diberi nama<strong> Kiyoko</strong> (yang diberikan sendiri oleh Hana), mereka melintasi kota Tokyo dan  membawa mereka pada banyak kejadian spektakuler. Yang membuat film ini  begitu menyentuh adalah kejadian-kejadian tersebut kemudian  menyambungkan mereka dengan masa lalu masing-masing dan kenyataan  tentang orang tua asli dari Kiyoko sendiri.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-215" title="tokyo1" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/tokyo1.jpg?w=500" alt=""   /></p>
<p style="text-align:justified;">
<p style="text-align:justified;">Berbeda dengan dua film sebelumnya, ataupun <strong>Paprika</strong> yang keluar di tahun 2006, Tokyo Godfathers bercerita dengan lebih  sederhana. Komedi yang ditampilkan di dalamnya mampu menggelitik tidak  hanya dengan memancing tawa tapi juga menyentuh hati. Tokyo Godfathers  banyak bercerita dengan dialognya yang tajam dan mengalir wajar. Obrolan  ketiga tokoh utamanya membuat kita sadar akan banyak hal yang terlupa  dan terselip dalam rutinitas kita yang sok kompleks. Padahal seharusnya,  banyak hal yang lebih penting dari kehidupan kecil kita sendiri. Saya  tidak menyuruh Anda semua simpatik dengan kehidupan gelandangan di luar  sana, film ini dibuat tidak hanya untuk isu se-klise itu. Kembali ke  tagline film ini, arti keluarga dipertanyakan berkali-kali di film ini.  Bagaimana kemudian Miyuki ‘secara kebetulan’ harus berjuang dengan  alasannya kabur dari rumah maupun pertemuan Gin ‘secara kebetulan’  dengan anaknya yang ternyata juga bernama Kiyoko. Sebuah kalimat yang  dilontarkan Hana di awal film “<em>A child is better with her own mother.</em>” kemudian pada akhirnya harus ditepisnya sendiri ketika ia bertemu dengan <strong>Sachiko</strong>, orang yang mereka cari-cari.</p>
<p style="text-align:justified;">Kelebihan dari film ini adalah kekuatan penokohan para karakternya  yang tergambar baik dan membuat saya terus tertarik dengan kegilaan apa  lagi yang akan mereka lakukan selanjutnya. Oh, Anda akan segera jatuh  cinta dengan ketiga orang lucu ini. Soundtrack utamanya <strong>Ode to Joy</strong>, yang entah mengapa menambah kemegahan film ini karena penempatannya yang sesuai di sepanjang film.</p>
<p style="text-align:justified;">Pada akhirnya, semua rangkaian kejadian tersebut ‘secara kebetulan’  membentuk sebuah film yang luar biasa indah untuk dinikmati bersama  seluruh keluarga (saya kebetulan nonton dengan kakak dan adik saya).  Untuk para penikmat film animasi, film drama, film komedi, fim keluarga,  film petualangan, ataupun penghangat hati di kala sepi, saya  jelas-jelas akan selalu merekomendasikan film ini. Dengan  kesederhanaannya, Tokyo Godfathers telah menjadi sebuah film yang  lengkap memenuhi hati kita dengan kehangatannya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=213&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/tokyo-godfathers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/tokyo2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tokyo2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/tokyo1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tokyo1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Last Airbender</title>
		<link>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/the-last-airbender/</link>
		<comments>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/the-last-airbender/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 09:32:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Prisanti Putri</dc:creator>
				<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yellowandredatcinema.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Mendapat rating 8% (Rotten Tomatoes) di hari perdana perilisan filmnya, mungkin tidak akan pernah menjadi urusan mudah untuk filmmaker manapun. M. Night Shyamalan lah yang kali ini harus menjadi korbannya. Nama M. Night Shyamalan dikenal dengan film Sixth Sense (1999) yang menuai pujian. Tetapi sungguh sayang karirnya kemudian harus dipertanyakan dengan film The Last Airbender [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=208&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/lastairbender.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-209" title="lastairbender" src="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/lastairbender.jpg?w=500" alt=""   /></a>Mendapat rating 8% (<a href="http://www.rottentomatoes.com" target="_blank">Rotten Tomatoes</a>) di hari perdana perilisan filmnya, mungkin tidak akan pernah menjadi urusan mudah untuk <em>filmmaker</em> manapun. <strong>M. Night Shyamalan</strong> lah yang kali ini harus menjadi korbannya. Nama M. Night Shyamalan dikenal dengan film Sixth Sense (1999) yang menuai pujian. Tetapi sungguh sayang karirnya kemudian harus dipertanyakan dengan film The Last Airbender dan disandingkan dengan film seperti <strong>Dragon Ball: Evolution (2009)</strong>. Semenjak mengetahui film Dragon Ball akan difilmkan, saya sudah punya firasat bahwa hasilnya tidak akan terlalu istimewa. Karena media visual film tidak akan mampu menyamai versi komiknya yang lagendaris. Berbeda 180° dari pengharapan saya akan Dragon Ball, saya justru menaruh harapan besar dengan kehadiran The Last Airbender. Semenjak trailer-nya dirilis beberapa bulan yang lalu, saya menanti-nanti akan seperti apa film yang diadaptasi dari TV series keluaran <strong>Nickelodeon</strong> ini. Trailernya mengundang, jujur saja. Tetapi menyaksikan The Last Airbender di layar besar memang tidak lebih dari penyiksaan selama kurang lebih 100 menit.</p>
<p>Filmnya sendiri dimulai dengan sebuah narasi yang menceritakan bahwa terdapat 4 negara yang berasal dari 4 elemen (air, api, tanah, dan angin) yang dulunya hidup dalam harmoni. Tetapi setelah hilangnya Avatar yaitu pengendali 4 elemen tersebut dan dipercaya mampu membawa kedamaian dunia 100 tahun yang lalu, Negara Api mulai berusaha melakukan invasi untuk menguasai dunia. Setelah itu, kisahnya berlanjut tentang dua kakak adik, <strong>Katara (Nicola Peltz)</strong> dan <strong>Sokka (Jackson Rathbone)</strong> yang secara ‘tidak sengaja’ menemukan seorang anak aneh di bawah es. Anak inilah yang kemudian dipercaya sebagai Avatar. Ketiganya pun melakukan perjalanan untuk membuat <strong>Aang (Noah Ringer)</strong> menjadi Avatar yang sesungguhnya.</p>
<p>Alur cerita filmnya persis sama seperti film kartunnya, SAMA PERSIS malah. The Last Airbender direncanakan dibuat sebagai trilogi yang masing-masing filmnya akan didasarkan pada Book yang ada di film kartunnya, yaitu Water, Earth, dan Fire. Menonton film yang berdasar pada Book Water ini, sekali lagi, SAMA PERSIS seperti menonton satu season film kartunnya. Entahlah, saya merasa Shyamalan malas membuat alur cerita baru untuk filmnya ini. The Last Airbender seperti menyingkat ke-20 episode season pertamanya untuk diringkas menjadi 100 menit yang, kembali saya katakan, dibuat seperti penyiksaan untuk para penontonnya. Dialognya kosong sama sekali, apalagi pelafalan oleh para tokohnya yang kelihatan seperti ‘sekedar’ membaca teks. Akting para pemainnya tidak membuat saya merasa sedang menyaksikan film Hollywood dan malah memuji sinetron yang biasa diputar di SCTV. <strong>Michael Dante DiMartino</strong> dan <strong>Bryan Konietzko</strong>, sang pembuat asli film kartunnya harusnya bisa menangis menyaksikan film ini malah berakhir dengan rating rendah yang menyedihkan.</p>
<p>Sayang sungguh sayang, seharusnya film ini mempunyai modal cerita yang kuat luar biasa. Dasar cerita pengendalian elemen di cerita aslinya <strong>Avatar: The Last Airbender</strong> sungguh sakral dan menarik untuk diulik. Penokohan masing-masing karakternyapun kuat dan membuat kita simpatik untuk terus menonton lanjutan episodenya. Seperti penokohan Pangeran Zukko yang agak kompleks dan Sokka yang ‘seharusnya’ lucu. Aang yang periangpun di filmnya selalu terlihat takut, pusing, dan kurang makan di sepanjang film. Mungkin Ringer sendiri sudah merasakan ancaman yang buruk sepanjang pembuatan filmnya.</p>
<p>Beberapa orang mempertanyakan tentang pemilihan aktor yang tidak sesuai dengan ras asli para tokoh yang ada di kartunnya. Buat saya, justru saya menyukai pemilihan ras tersebut untuk beberapa Negara. Saya merasakan adanya pemikiran yang ‘lumayan’ dalam ketika ras India dipakai untuk menggambarkan Negara Api ataupun ras China yang menggambarkan para pengendali Tanah. Masalah saya memang cuma ada di pemilihan ras Aang, Katara, dan Sokka (yang sayangnya adalah ketiga pemeran utama) yang ternyata dipilih orang bule.</p>
<p>Dari segi pemanis film, saya bahkan tidak mampu berkata apa-apa. <em>Scoring</em>-nya terlalu aneh, sepi dan membingungkan. Saya merasa di bagian harusnya ada scoring malah krik krik dan terasa sepi, tetapi di bagian tidak penting film malah ditambahkan scoring jeng jeng yang tidak sesuai tempat. Pengambilan gambarnya tidak istimewa, dan saya kembali terpaksa harus membandingkannya dengan sinetron SCTV. Kembali disayangkan adalah keberadaan <em>martial art</em> yang dipampang sepanjang film. Keberadaannya terasa terlalu lambat dan sia-sia, padahal harusnya aksi ini kembali menjadi kunci penting untuk memperindah film ini. Masa setiap ada aksi pertarungan, si musuh harus menunggu seseorang selesai memperagakan aksi silatnya dulu untuk menyerang balik? Semuanya memang <span style="text-decoration:line-through;">agak</span> terasa kurang logis.</p>
<p>Kalaupun ada hal yang harus saya puji dari film ini mungkin adalah keberanian M. Night Shyamalan untuk melanjutkan trilogi film ini nantinya. Ataupun aksi CGI-nya yang sebenarnya bagus tetapi tidak mendapat porsi yang baik karena dari awal cerita, M. Night Shyamalan tidak menggunakan CGI ini sebagai daya tarik utama. Padahal keberadaan CGI seharusnya mampu mendongkrak alur cerita film ini dengan aksi kemampuan <em>bending</em> para tokoh di dunia itu. Pada akhirnya, saya tidak menyarankan Anda untuk menonton film ini, lebih baik setel saja Global TV setiap pagi jika ingin mengetahui cerita Avatar: The Last Airbender yang luar biasa bagus. M. Night Shyamalan mungkin sedang mengantuk ketika menulis dan mensutradarai The Last Airbender. Oh ya, untuk <strong>Dev Patel</strong>, saya lebih menyarankan Anda untuk terus bermain Who Wants to be A Millionaire dibanding bermain api dan memakai topeng aneh.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yellowandredatcinema.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yellowandredatcinema.wordpress.com&amp;blog=11178992&amp;post=208&amp;subd=yellowandredatcinema&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yellowandredatcinema.wordpress.com/2010/09/09/the-last-airbender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ebd34991fbc9594c37161569192886da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yellowandredatcinema</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yellowandredatcinema.files.wordpress.com/2010/09/lastairbender.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lastairbender</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
